Pages

Selasa, 20 November 2012

kiat-kiat berbisnis

Semakin berkembangnya jaman mka akan semangin sengit juga persaingan bisnisnya oleh karena itu kita haru mengetahhui ilmunya dulu kalau ingin terjun dalam duni bisnis disini akan dijelaskan kiat-kiat berbisnis


Percepatan dalam Bisnis

Dalam berbisnis ada kata sukses, dan ada kata gagal. Setiap orang yang terjun ke dalam dunia bisnis, ia akan mengalami dua hal tersebut. Jika ia belum menemukan salah dari dua hal tersebut, cepat atau lambat, salah satu dari dua hal tersebut akan datang kepadanya. Saya punya kata-kata yang menurut saya bagus dan valid. Seseorang belum dikatakan menemukan kesuksesan sebelum jatah gagalnya habis. Jika sekarang ia belum menemukan kegagalan, suatu saat nanti ia pasti akan gagal. Bagaimana cara kita mengetahui jatah kegagalan kita? Bagaimana cara kita mengetahui kapan waktu kesuksesan itu datang? Jawabannya hanya satu, banyak mencoba!

Pertanyaannya sekarang adalah sukses dalam hal apa, dan gagal dalam hal apa? Ini Cuma bahasa penulis. Bahasa penulis kadang berbeda dengan bahasa realita. Yang mana yang benar? Anda yang mencoba akan menemukan jawabannya. Nah lo?

Kembali ke notebook, adalah benar jika setiap orang ingin sukses. Begitu juga dengan seorang pengusaha atau enterpreneur. Pertanyaanya adalah kapan? Dari tadi kok ngomong pertanyaan mulu. Seberapa cepatkah bisnis yang kita bangun dapat membawa kesuksesan pada kita? Mau tau jawabannya? Sabar.

Pada acara TDA Kampus kemaren, dihadirkan seorang pengusaha muda berusia 19 tahun tapi punya penghasilan 160 juta per bulan. Belau sudah menyelami dunia pengusaha sejak SMP-kalau gak salah. Sudah banyak pahit manis yang ia lewati dan akhirnya sekarang diumurnya yang baru saja 19 tahun, ia sudah memeiliki penghasilan sebesar itu dan sudah punya perusahaan sendiri dengan ia sebagai CEO-nya. Waduh, saya aja sekarang udah umur 21 masih aja kuliah. Namanya, Hamzah Izzulhaq. Beliau peraih Ciputra Young Entrepreneur of The Year 2011. Kehadiran beliau di acara TDA Kampus kemaren sangat memberi inspirasi yang luar biasa pada semua orang, khususnya diri penulis.

Berikut catatan untuk yang pengen bisnisnya punya percepatan.

1. Bergabunglah dengan komunitas bisnis.

Bergabung dengan komunitas bisnis dapat membuat semangat dalam berbisnis terjaga. Kita akan dapat masukan yang lebih banyak, dapat kenalan dan jaringan yang lebih banyak, serta ketika ada masalah, di komunitas kita bisa berbagi mencari solusi untuk masalah tersebut. Salah satu contoh komunitas bisnis adalah komunitas Tangan Di Atas.

2. Jangan mulai dari nol.

Secara pribadi mungkin untuk poin ke dua ini saya agak kurang setuju. Karena tidak semua bisnis yang dimulai dari nol itu gagal total. Seperti kisah pecel Lele Lelanya mas Rangga Umara yang memulai bisnis pecel lele dari nol. Memang menemukan kegagalan, tapi ia juga menemukan tangga untuk bangkit dari gagal tersebut.

Tapi untuk percepatan, saya kira benar juga, kita jangan mulai bisnis dari nol. Ini berdasarkan pengalaman pribadi mas Hamzah, beliau bercerita tentang bisnis yang ia bangun ketika masih kelas 2 SMA. Ia bangun bisnis tersebut dari nol, dan ternyata tak bertahan lama atau mengalami kegagalan. Akhirnya yang membuat ia dapat melonjak kesuksesannya adalah dengan mengakuisisi atau mengajak kerjasama dengan bisnis yang sudah jalan yang sedang terkendala masalah, kemudian menggerakkannya.

3. Take Action!

Bicara soal take action, tidak lepas dari bicara tentang teori. Karena apa? Karena aksi adalah bentuk implementasi dari teori. Kita tentunya sudah banyak mendapatkan materi tentang binis, sukses dan sebagainya. Tinggal bagaimana agar itu semua terealisasi dengan baik. Jawabannya hanya satu, ya take action! Lakukan saja! Karena ketika kita take action, kita akan dapat pelajaran tersendiri. Untuk dapat take action, butuh perlengkapan, namanya keberanian. Seperti yang dilakukan oleh mas Hamzah ketika masih kelas 2 SMA. Ia menawar sebuah rumah seharga 5M. Anak SMA mau beli rumah 5M?!

Pak, ini rumah harganya berapa

5M, jawab yang punya rumah. Ini bocah ujuk-ujuk datang nawar rumah, ujar yang punya rumah dalam hati.

2M mau gak Pak?

Wah gak bisa dek

Oke! makasih Pak pergi.

Itu bentuk ilustrasi lucunya dari penulis. Tapi intinya adalah bagaimana kita berani berbuat. Berani dulu, yang lain ntar nyusul.

4. Dekatkan diri dengan Tuhan dan Orang Tua.

Orang sukses itu tidak lepas dari kemurahan Tuhan Yang Maha Esa dan oleh lingkungannya. Lingkungan yang sangat berpengaruh adalah keluarga kita, orang tua. Jika orang tua tidak rela dengan kita berbisnis, ujuk-ujuk bisnis kita bakalan gak beres. Percaya deh!

Hal yang paling utama adalah selalu berdia pada-Nya agar bisnis kita lancar dan sukses. Kalau sudah sukses jangan sombong, jangan lupa untuk bersyukur pada-Nya. Kadang kita angkuh merasa kuat, merasa kita tak butuh bantuan siapapun. Padahal semua tergantung kehendak-Nya. Sebanyak apapun usaha kita untuk sukses dalam bisnis, kalau Yang Di Atas gak izinin buat sukses, ya bakal gagal. Makanya moto TDA Kampus itu, berdoa, berbuat, menebar manfaat.

5. Sedekah

Ini nih yang sesuai banget dengan slogan terakhir, menebar manfaat. Allah udah bilang, kalau kita memberi, nikmat kita akan ditambah. Rezeki kita akan ditambah. Sukses kita akan ditambah.

Sebenarnya masing-masing materi itu dapat dijelaskan lagi lebih banyak dan lebih dalam. Tapi berhubung penulis cuma nyatet poin-poin aja, ya segitu dulu deh untuk percepatan dalam bisnis.

Say No To Galau!

Setiap orang ingin sukses. Tidak ada yang tidak menginginkan hal itu. Sang Pencipta sebenarnya sudah menggariskan pada setiap manusia bahwa suatu saat ia akan sukses. Pertanyaannya adalah sukses dalam hal apa, benar? Sebenarnya setiap menusia punya potensi untuk sukses, akan tetapi terkadang kita lupa akan potensi kita. Ada yang tau potensinya, tapi ia tidak tau menggunakannya, akhirnya tidak melakukan apa-apa. Ada yang tau potensi mereka, tau juga apa yang akan mereka lakukan. Tapi nyatanya tak ada keberanian untuk melakukannya. Tidak yakin. Takut gagal. Takut ini itu. Akhirnya apa? Galau!

Untuk mengatasi perasaan galau tersebut, TDA Kampus menghadirkan seorang motivator nasional character building. Beliau adalah penggagas Gerakan Indonesia Berkarakter. Beliau juga menulis buku, diantaranya Ngapain Nunggu Tua Kalau Mau Kaya, dan Say No To Galau! yang baru terbit. Beliau adalah Archan Sang Provokator.

Seperti biasa, mas Archan kalau ngisi acara pasti diawali dengan musik spektakulernya. Seperti biasa juga kalau beliau ngisi acara, perhatian kita gak lepas dari dia, sampai-sampai lupa nyatet materi. Nah lo? Perhatian kita terbawa sama penguasaan panggungnya yang luar biasa. Hanya ada beberapa hal yang tercatat pada notebook saya. Pertama, tentang membangun mindset kita sebagai pengusaha. Jika kita punya impian besar, keinginan besar, maka imbangi dengan pemikiran besar.

Setiap orang saya pikir punya impian. Saran beliau adalah tuliskan impian kita itu pada dream book kita, kita ingin mobil apa, cetak fotonya, tempel di sana. Kalo ingin rumah, kayak apa, cetak gambarnya, tempel lagi. Nanti kalau bangun tengah malam, habis solat, berdoa, buka buku impian kita itu, bilang pada Allah saat bedoa, Ya Allah, Kau tau yang ku mau. Spesifik. Doa kita spesifik dan jelas. InsyaAllah terkabul.

Kedua, tentang ide. Kadang kita susah nyari ide. Waktunya lagi gak mikirin ide, tiba-tiba idenya muncul. Solusinya, catat ide itu. Kemudian perkaya ide kita dengan berbagi cerita dengan orang, lebih bagus lagi jika bergabung dengan komunitas, maka berbagi cerita dengan mereka. Kita butuh untuk mengkomunikasikan ide kita dengan jelas pada orang yang tepat. Hal tersebut dilakukan supaya ada masukan yang tepat dan membangun. Setelah itu, sesering mungkin wujudkan ide itu dengan daya ungkit kita. Terakhir, ide dan impian itu, tak akan berguna kalau kita tidak melakukan tindakan untuk membangunnya. Mulailah dari hal kecil yang merupakan langkah kecil mencapai tujuan tersebut. Karena hal kecil tersebut akan membawa kita pada hal besar nantinya.

Demikianlah tentang kiat-kiat berbisnis semoga dapat menjadikkan referensi buat anda yang baru terjun dalam dunia bisnis

0 komentar:

Poskan Komentar